Dine-in, Kenapa Dibungkus?
Strategy

Dine-in, Kenapa Dibungkus?

B
Bee Strategy Consultant
Oct 25, 2025
3 min read
Back to Insights

Cara men-deliver produk hingga diterima pelanggan itu banyak strategi dan caranya.

Dine-in, Kenapa Dibungkus?

Cara men-deliver produk hingga diterima pelanggan itu banyak strategi dan caranya.

Dari yang saya alami dan amati ini, mungkin menjadi hal sepele yang “tidak penting” bagi sebagian orang.
Tapi dalam konteks bisnis, “strategi & cara men-deliver produk” menjadi hal yang sangat esensial dan penting untuk dipikirkan bagi para pelaku usaha.

Selain kualitas, kemasan dan gimmick harus menjadi bagian dari penciptaan Value Experience bagi para pelanggan.

Saya membandingkan 3 Resto/tempat makan yang pernah saya kunjungi,

  1. Resto dengan ambience unik ala pecinan, lengkap dengan ornamen detail, mewah dan nyaman..
    Tapi saat minuman pesanan diantar, menggunakan cup plastik ala kopi-kopi kekinian pada umumnya

  2. Kopitiam, dengan menu sarapan pagi seperti pada umumnya, kopi susu, roti srikaya, pisang goreng, telur setengah matang, mie dan sebagainya.
    Selain kualitas rasa makanan yang enak dilidah, kemasan penyajiannya sangat diperhatikan detail dan lengkap sesuai jenis makanan & minumannya

  3. Rumah Makan dengan gaya masakan rumahan,
    Men-deliver makanannya secara unik, walaupun pelanggan makan di tempat tapi tetap dibungkus disajikan di atas piring.

Insight,

  1. Resto dengan penyajian kemasan minuman yang tidak sesuai dengan ambience mewahnya akan menurunkan nilai estetik yang sudah bagus, sehingga ambience yang dibuat mewah menjadi berkurang value-nya

  2. Kopitiam yang memperhatikan detail kemasan, akan menambah “mewah” sajiannya walaupun menunya “pasaran”

  3. Keunikan cara penyajian yang “tidak lazim” akan membuat “cerita” bagi pelanggan yang akan menjadi resonansi advocacy positif, tentunya dengan tetap menjaga rasa & kualitas makanannya ya..

Apa pendapat kamu tentang pengalaman di atas?

Bee
Oct 25

#Business#Growth#Strategy#Innovation