Sekalian Isi Pulsa & Tokennya, Kak?
Penerapan strategi up-selling untuk membuat impulse buying bagi pelanggan benar-benar menjadi SOP yang harus dijalankan.
“SEKALIAN ISI PULSA & TOKENNYA, kak ?”
“Mau tebus murah, kak?, pilih produk-produk ini dengan harga khusus, atau cemilannya seharga 9rb saja dari harga normal 15rb rupiah, minuman, donut dan rotinya masih fresh, bakpao atau siomay-nya selagi hangat, kak ?” , kata si mbak pelayan kasir yang melayani pembayaran belanja saya.
Tidak, sampai di situ, saat transaksi pembayaran berlangsung pun si mbak dengan semangat masih mencoba menawarkan produk dan jasa lainnya,…
“Sekalian isi pulsa atau token listriknya, kak..?”
Luar biasa, bukan?
Penerapan strategi “up-selling” untuk membuat “impulse buying” bagi pelanggan benar-benar menjadi SOP yang harus dijalankan.
Mini market modern bukan lagi conventional store yang hanya menyediakan dan menawarkan kebutuhan harian bagi konsumennya, transformasi berubah mengikuti perubahan behaviour, kebutuhan (need) pelanggan dan adopsi teknologi agar proses lebih efisien.
Transformasi model bisnis dilakukan mulai dari Value Proposition, yang bukan hanya menawarkan jasa lebih cepat, seperti penjualan tiket online dan isi ulang voucher tapi juga diversifikasi produk dengan berbagai varian, seperti daily necessities, food hingga kedai kopi kekinian.
Bahkan beberapa produk jual bisa menjadi produk viral dan berada dalam top of mind pelanggan.
Sebut saja, Point Cafe, dikenal menjadi kopi kekinian dengan kualitas mirip dengan Starbucks dengan harga bersahabat.
Lalu, jika ingin cemilan odeng dan toppoki instan, pelanggan memilih Lawson untuk dikunjungi.
Hal inilah yang membuat mini market bukan lagi sekedar tempat singgah untuk belanja harian tapi juga menjadi alternatif tempat nongkrong gen Z.
Keberhasilan minimarket modern terletak pada sinergi antara Konsep Convenience (Kenyamanan) dan Value-Added Services (Layanan Bernilai Tambah)
Convenience, tidak hanya dekat dari rumah, tetapi juga menyediakan segala hal dalam satu tempat dan waktu cepat. Konsumen dapat membeli kopi, membayar tagihan listrik, mengambil paket online, dan membeli kebutuhan dapur, semuanya dalam satu kunjungan.
Adaptasi digital dengan mengintegrasikan bisnis fisik dengan platform online (O2O) memastikan mereka tetap relevan di tengah disrupsi e-commerce.