Strategi Bertahan Menjadi Legenda: Belajar dari Kedai 1943
Setiap perjalanan bisnis ke Medan selalu mendapatkan insight yang menarik, salah satunya adalah memperhatikan perkembangan bisnis kulinernya.

Setiap perjalanan bisnis ke Medan selalu mendapatkan insight yang menarik, salah satunya adalah memperhatikan perkembangan bisnis kulinernya.
Jika ditanya rasa, tidak usah ragu lagi..
Kali ini, Ngopiplus membahas salah satu “kedai legend” yang masih menjadi antrian pengunjungnya.
Sejak tahun 1943 sampai sekarang kok bisa ya masih menjadi legend dengan berbagai generasi & segmen?
Key of Success-nya ternyata ini,
-
Storytelling
Banyak pengunjung yang tertarik datang karena memori masa lalu yang menjadi storytelling dari word of mouth. -
Authentic Taste
Bukan sekadar mempertahankan “Menu jadul” seperti, kue tart yang dipanggang di oven tua sejak berdirinya, ice cream dan steak-nya pun masih dengan rasa authentic, berbeda dengan rasa kekinian.
Bagi generasi M & Z, ini menjadi authentic taste experience tersendiri -
Uniqueness Ambience
Bagi segmen generasi kekinian tempat yang instagramable mungkin menjadi daya tarik tersendiri, dan bagi generasi old menciptakan memori masa lalu.
Dengan mempertahankan model “bangunan Belanda” lengkap dengan ornamennya membuat kedai ini menciptakan uniqueness ambience yang memiliki diferensiasi dibandingkan dengan kedai-kedai makan kekinian.
Salah satu unik strategi marketing yang menjadi insight bagi saya,
Value harus diciptakan dengan membuat experience menarik bagi pelanggan, di tengah perubahan dan persaingan yang begitu ketat.
Mampu bertahan hingga menjadi sang legenda.